Rangga Ega Santoso, Pemuda Asal Kota Malang, Juara I Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2019

Satu lagi prestasi membanggakan Kota Malang, Rangga Ega Santoso, pemuda asal Kota Malang berhasil meraih Juara 1  dalam ajang Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional Tahun 2019. Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali memberikan penghargaan kepada Rangga Ega Santoso  di Malam Anugerah Kepemudaan 2019 pada Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 tahun 2019, Senin (28/10) malam di Jakarta Concert Hall iNews Tower, Jakarta.

Hadir dalam Puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91 tahun, Suhartini dan Ratih Aulia Anggarani, Staf Bidang Pemberdayaan Pemuda mewakili Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang, Widayati, S.Sos, MM.

Di tempat terpisah, Widayati mengatakan pemuda pelopor adalah pemuda yang kreatif dan inovatif serta memiliki inisiatif untuk mengimplementasikan karyanya ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam ajang pemilihan pemuda pelopor nasional tahun ini, kami dari Dispora Kota Malang, mengirim Rangga ke tingkat nasional, dan Alhamdulillah dapat juara 1 kategori bidang inovasi teknologi, semoga menjadi contoh bagi pemuda Kota Malang lainnya, sebagai pemuda yang kreatif dan inovatif yang memiliki inisiatif untuk mengimplementasikan karyanya ke dalam kehidupan sehari-hari”, ungkap Widayati.

Sementara itu, Rangga berhasil mengalahkan pemuda pelopor dari 34 Propinsi di Indonesia. Rangga mengangkat inovasi teknologi diberi judul SITTA AGRAPANA, Teknologi Pengendali Hama Hortikultura sebagai Produk Eco-friendly dan Easily Produced untuk Mewujudkan Konsep Pengembangan Kawasan Florikulturasi Terintegrasi Inovasi Teknologi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) .

Lebih jauh Rangga mengatakan alat ini diciptakan khusus untuk membantu Pemerintah dari sektor pertanian. Sehingga apa yang dikatakan banyak orang tentang berdikari untuk negeri harus digalakkan oleh semua masyarakat sebagian terjawab dengan hasil ciptaanya.

“Bagaimana bisa dianggap berdikari untuk negeri, jika sektor pertanian saja tidak di perbaiki?. Hasil pertanian harusnya memanusiakan manusia, bukan mengerdilkan rasa. Karena hanya petani yang mampu menyelamatkan pangan”, jelas Rangga.

Bahkan SITTA AGRAPANA juga sudah mendapatkan Hak Paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor SID201806580 tanggal 28 Agustus 2018. Hak Paten dapat diakses secara online di website Kemenkumham.***(RKM)

Lomba Kreatifitas Seni Budaya ( Bidang Karya Busana Batik)

Lowongan

*Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia*
Menyelenggarakan Pemilihan Pasangan Muda Inspiratif Tahun 2019
*Persyaratan*
1. Warga Negara Indonesia (WNI)
2. Batas Usia Pendaftaran 30 Tahun
3. Usia Pernikahan Minimal 3 Tahun
4. Usia Ketika Saat Melangsungkan Pernikahan
        – Suami  : 23 Tahun
        – Istri : 21 Tahun

DISPORA TURUT ANDIL DALAM FESTIVAL KENDARAAN HIAS TAHUN 2019

 

Dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan Repubik Indonesia ke-74 Tahun 2019 , Kota Malang menggelar Festival Kendaraan Hias Tahun 2019 bertema Menuju Malang Creative City dari Malang untuk Indonesia dan Dunia Minggu, (25/8), di halaman depan Balaikota Malang.  Sebanyak 113 peserta Festival Kendaraan Hias mengikuti kegiatan yang terdiri dari 106 mobil dan 6 sepeda hias.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang turut andil memeriahkan gelaran Festival Kendaraan Hias Tahun 2019. Pada tahun ini, tema yang diangkat oleh DISPORA adalah Cabang Olahrga Catur, karena Catur adalah salah satu Cabang Olahraga binaan Dinas Kepemudaan Dan Olahraga Kota Malang.

DISPORA mengajak 2 pelajar ikut berpartisipasi di Festival Kendaraan Hias. Prestasi Gemilang Telah Diraih Dua Pelajar Kota Malang. Nayaka Budhi Dharma (12) Dan Arjuna Satria Pamungkas (11) Pada Ajang Kejuaraan Catur Remaja Tingkat Asia, ‘Eastern Asia Youth Chess Championship 2019’ Pada Tanggal 1-10 Agustus 2019  Di Bangkok, Thailand.

Nayaka Budhi Dharma, Siswa Kelas 1 Smp Negeri 5 Kota Malang, Memperoleh Satu Medali Emas Dan Dua Perak Bertanding Di Kelompok Junior C Atau Kelompok Umur Di Bawah 15 Tahun (Ku-15)

Sementara Itu, Arjuna Satria Pamungkas Merupakan Pelajar SD Negeri 5 Mojolangu, Kota Malang, Mendapatkan Satu Medali Emas, Satu Perak, Dan Satu Perunggu Bertanding Di Kelompok Junior D Atau Kelompok Umur Di Bawah 13 Tahun (Ku-13). Medali Emas Diperoleh Arjuna Setelah Mengalahkan Pecatur Asal Thailand.

Selain mengajak pemenang catur, juga mengajak 2 (dua) orang Atlet Panahan dan 2(dua) orang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (PASKIBRAKA) Kota Malang.

Pawai kendaraan hias tersebut memulai start dari Balaikota Malang–Jl Kahuripan– Rajabally–Jl Semeru dan finish di depan Kantor Perpustakaan Kota Malang. ***(RKM)

 

Satu Lagi, Prestasi Diraih Atlet Yunior Kota Malang di Ajang Kejuaraan Nasional Atletik U18 Tahun 2019

Adalah Zaky Moreno, Maudy Awanda, Revina Udam dan Faustina, mereka adalah atlet cabang atletik Kota Malang yang membawa harum kota Malang di Ajang Kejuraan Nasional Atletik U18 U20 Tahun 2019 di Stadion Pakansari, Cibinong,  Bogor, beberapa minggu lalu. Kejurnas Atletik yang berlangsung sejak tanggal 1 – 7 Agustus 2019 lalu, Atlet dari Bumi Arema ini menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Jawa Timur sehingga Jawa Timur meraih Juara Umum, dengan mengoleksi medali 26 emas, 20 perak dan 19 perunggu.

Chandra Sofie, official atlet dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang mengatakan kelas lompat jangkit putra U.18 berhasil meraih perunggu, sementara lari gawang 400 meter U.20 berhasil diraih oleh Maudy Awanda.

” Zaky  berhasil menang di kelas lompat jangkit putra U.18 meraih perunggu, sementara lari gawang 400 meter U.20, di menangkan oleh Maudy Awanda”, kata Sofie.

Maudy Awanda, Revina Udam dan Faustina, tiga dara asal Kota Malang berhasil meraih perak di lari estafet 4 x 400 meter mix.

Kejuaraan Nasional Atletik U-18, U-20, dan Senior di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 1 – 7 Agustus 2019 tidak hanya dimanfaatkan sebagai seleksi menuju Sea Games 2019, tetapi juga Pra-PON 2020.

“Jadi, ketika atlet-atlet yang tidak memenuhi limit di nomor lombanya, maka terancam tercoret dari pelatnas,” kata Sofie di ruang kerjanya.*** (RKM)

 

Prestasi Membanggakan Kota Malang dari Bidang Catur Yunior Tingkat Internasional

Bertempat di halaman Balaikota Malang, Walikota memberikan apresiasi kepada dua pecatur junior asal Kota Malang yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Hadir pada kegiatan audiensi Walikota Malang dengan pemenang “Eastern Asia Youth Chess Championship 2019″, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Ida Ayu Made Wahyuni, SH, M.Si, Senin (12/8/2019).

Kedua atlet tersebut antara lain Nayaka Budi Dharma (12 tahun) dan Arjuna Satria Pamungkas (11 tahun). Nayaka meraih satu medali emas, dua medali perak, sedangkan Arjuna meraih satu medali emas, satu perak dan satu perunggu pada kejuaraan catur yang diikuti 18 negara Asia itu.

Dua medali emas, tiga perak, dan satu perunggu diraih dalam kejuaraan catur junior Asia “Eastern Asia Youth Chess Championship 2019” di Bangkok, 1-10 Agustus 2019.

Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Dayu ( panggilan akrab Ida Ayu Made Wahyuni) mengatakan Di kejuaraan Asia Tenggara itu menyumbangkan dua medali emas dan satu medali dari tiga kelas berbeda.

“Dua emas diperoleh Nayaka masing-masing dari kelas catur kilat dan catur cepat, serta satu medali perak didapat dari kelas catur standar. Sumbangan medali Nayaka ini turut mengantarkan Indonesia menjadi juara umum dengan total 13 medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu”, Jelas Dayu.

Sedangkan Arjuna mendapat medali emas setelah mengalahkan pecatur Thailand. Sekeping perak didapat Arjuna setelah melawan pecatur tuan rumah dan sekeping perunggu didapatnya setelah mengalahkan pecatur Malaysia.

Sementara itu, keikutsertaan Nayaka dan Arjuna di kejuaraan Asia di Bangkok 2019 merupakan permintaan langsung dari Pengurus Besar Percasi. Mereka diminta memperkuat tim Indonesia setelah meraih medali emas di Kejuaraan Nasional Catur ke-47 di Banda Aceh, 10-17 Oktober 2018 lalu. Di kejuaraan ini Provinsi Jawa Timur jadi juara umum dengan perolehan enam medali emas, tiga medali perak, dan dua medali perunggu.

Nayaka saat ini berusia 12 tahun dan tercatat sebagai murid kelas 1 SMPN 5 Malang. Arjuna masih berusia 11 tahun dan murid kelas 5 di SDN Mojolangu 5. Walikota Malang menjanjikan bagi seluruh atlit yang berprestasi mengharumkan Kota Malang akan diberikan penghargaan berupa bea siswa. ***(RKM)

WALIKOTA MALANG TERJUN LANGSUNG KAWAL PASKIBRAKA KOTA MALANG

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Malang sedang menjalani latihan untuk bertugas pada perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019. Terik matahari yang menyengat tak menyurutkan semangat mereka mengikuti latihan. Mereka latihan di sisi barat Stadion Dalam Gajayana Malang disaksikan langsung oleh Walikota Malang, Sutiaji,  didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kota Malang, Widayati S.Sos.,MM, Senin (5/8/2019).

Selain didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kota Malang, Walikota juga didampingi oleh Sekretaris Dinas Dispora Kota Malang, Ir. Moch. Kharis, M.Si, dan Kabag Humas dan Protokol Pemerintah Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos. serta Kabag Umum Pemerintah Kota Malang, Suwarjana, SE.MM.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan paskibraka harus selalu menjaga kesehatan lebih-lebih yang perempuan, untuk itu saya menghimbau kepada pelatih agar selalu mengawal para paskibraka tetap sehat dan kuat hingga menjelang upacara 17 Agustus 2019.

“paskibraka harus selalu menjaga kesehatan lebih-lebih yang perempuan, untuk itu saya menghimbau kepada pelatih agar selalu mengawal para paskibraka tetap sehat dan kuat hingga menjelang upacara 17 Agustus 2019 nanti”, kata Sutiaji.

Sementara itu pelaksanaan upacara 17 Agustus 2019 nanti akan dilaksanakan di Stadion Gajayana Malang. Dalam latihan di Stadion Gajayana, telah disusun menjadi Pasukan 17, Pasukan 8 dan Pasukan 45. Paskibraka dibimbing langsung oleh Purna Paskibraka Indonesia(PPI) yang diketuai oleh Pratama Diffi Samuel dan dikawal oleh 4 orang Paswal yang terdiri dari unsur TNI Angakatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut dan dari unsur Kepolisian. ***(RKM)

 

 

 

 

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Tinjau Langsung Latihan Intensif Paskibraka Kota Malang

Peringatan Hari Besar Nasional Tahun 2019 salah satunya Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, yang tak lepas dariyang namanya Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).  Saat ini, 70 orang anggota Paskibraka Kota Malang Tahun 2019 sedang menjalani pendidikan dan pelatihan intensif.

Pada kesempatan latihan, hadir Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang, Widayati, S.Sos, MM. selaku Pembina Paskibraka Kota Malang didampingi Kepala Seksi Peningkatan Sumberdaya Kreatifitas Pemuda, Erry Harto Prabowo S.H, M. Si  di Lapangan Parkir Stadion Gajayana Malang, Jum’at (2/8/2019).

Dalam sambutannya Widayati mengatakan para petugas Paskibraka harus menjaga kondisi dan fisik mereka dikarenakan cuaca yang selalu berubah-ubah, untuk panitia dimohon untuk mempersiapkan masker para petugas Paskibraka.

“Karena cuaca yang selalu berubah-ubah, saya menghimbau kepada para petugas Paskibraka harus benar-benar menjaga kondisi dan fisik, kalau perlu panitia menyediakan masker ketika sedang latihan agar kesehatan mereka selalu terjaga”, ungkap Widayati.

Sementara itu Paskibraka Kota Malang Tahun 2019 mengikuti latihan intensif formasi baris-berbaris serta pengibaran dan penurunan bendera dibimbing oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Malang. Latihan intensif ini dilakukan sebagai persiapan untuk Upacara Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus mendatang.***(RKM)

Kejuaraan Bola Basket Tingkat SMP/MTs Se-Kota Malang Segera Digelar DISPORA

Dinas Kepemudaan dan Olahraga akan segera mengadakan Kejuaraan Bola Basket Tingkat SMP/MTs Se-Kota Malang. Bertempat di ruang pers conference Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang telah dilaksanakan rapat koordinasi antara Panitia, Unsur Dinas Pendidikan, Pengurus PABSI Kota Malang dan Unsur Kementerian Agama Kota Malang, Rabu (24/7/2019).

Hadir dari Dispora Kota Malang, Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga, Eko Sri Yuliadi, S.Sos, MM. didampingi Plt. Kasi Pembibitan Olahraga Prestasi, Sumartoyo, SE., sedangkan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, Husni Ali.

Eko Sri Yuliadi mengatakan dengan akan digelarnya Kejuaraan Bola Basket Tingkat SMP/MTs Se-Kota Malang ini diharapkan akan muncul bibit-bibit baru atlit bola basket dari Kota Malang, bahkan bagi pemenang akan diikutkan pada Pekan Olahraga Daerah (POPDA) tahun 2020 dan nantinya berjenjang akan menjadi atlit Porprov.

“Kejuaraan Basket antar pelajar tingkat SMP/MTs tahun ini, selain mencari bibit-bibit baru atlit bola basket, juga sebagai persiapan Pekan Olahraga Daerah (POPDA) tahun 2020 dan nantinya berjenjang akan menjadi atlit Porprov”, kata Eko.

Sementara itu, Sumartoyo menambahkan Kejuaraan Bola Basket akan dilaksanakan tanggal  19, 20, 21, 22, 26 dan 27 Agustus 2019, bertempat  GOR KEN AROK Kota Malang. Pendaftaran di buka pada tanggal 22 Juli 2019 sampai dengan 14 Agustus 2019 Pukul 12.00 WIB pada jam jam kerja di Kantor DISPORA Lantai II Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kota Malang.

“Hadiah yang akan diperebutkan Kejuaraan Bola Basket Tingkat SMP/MTs Se-Kota Malang ini total sebesar 35.000.000, – rupiah”, imbuh Sumartoyo.

Sedangkan Sistem pertandingan yang digunakan dalam  Kejuaraan Bola Basket Tingkat SMP/MTs Se-Kota Malang ini adalah sistem setengah kompetisi. Tim yang mencetak angka lebih banyak dari tim lawan akan memenangkan pertandingan. ***(RKM)

DISPORA GELAR PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI PEMUDA

Seni rupa merupakan bidang seni yang memiliki banyak cabang. Cabang tersebut antara lain adalah seni lukis, seni patung, seni grafis, seni reklame, seni dekorasi, dan seni kriya. Sebagai bagian dari seni terapan, seni kriya lebih mudah untuk diapresiasi semua kalangan masyarakat. Sebab seni kriya adalah seni yang paling sering dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pada perkembangannya, seni kriya cukup banyak diminati oleh masyarakat. Selain digunakan terkait dengan fungsi terap juga dapat dinikmati dari segi estetisnya, meskipun kepopulerannya masih jauh dibandingkan dengan karya lukis ataupun patung. Hal ini membuat para kriyawan mulai banyak bermunculan dengan hasil karya yang unik dan beragam.

Terkait dengan seni kriya, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang menggelar Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda (Pelatihan aneka Kriya) di Hotel Grand Palace, Selasa, (23/7/2019). Sebanyak 100 pemuda-pemudi Kota Malang dari berbagai latar belakang pendidikan mengikuti pelatihan ini. Pelatihan yang rencananya digelar selama 3 hari dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH. M.Si didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Widayati, S.Sos. MM. dan Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga, Eko  Sri Yuliadi, S.Sos. MM.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Widayati kepada Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga, mengatakan maksud dilaksanakannya  Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda (Pelatihan aneka Kriya) memberikan teori dasar tentang kewirausahaan dan skill tentang aneka kriya kepada pemuda Kota Malang yang berusia antara 16 tahun hingga usia 30 tahun, Tujuannya agar peserta bisa memiliki wawasan tentang wirausaha dan punya skill di bidang kriya, sehingga nantinya bisa membuka lapangan kerja sendiri.

” Dengan pelatihan kriya ini, peserta memiliki cara berwirausaha sendiri bahkan bisa menyerap tenaga kerja, dengan harapan menjadi usahawan yang profesional sehingga pada akhirnya akan mengurangi pengangguran di Kota Malang”, ungkap Widayati.

Sementara itu, narasumber praktisi bidang kriya, Sri Kurnia Maheruni, memberikan materi tentang bagaimana membuat boneka dari kaos kaki, dengan tema Crafti Preneur Bukanlah Entrepeneur Biasa.  Membuat boneka, disiapkan dulu bahan dan peralatan yang dibutuhkan diantaranya aadalah kaos kaki, benang, dakron, kain putih dan mata boneka. Lalu, peralatan yang lain adalah gunting, pinset, jarum, dan pensil atau pulpen.

Menurut Nia, panggilan akrab Sri Kurnia Maheruni, membuat boneka tangan atau boneka wayang dari kaus kaki sangatlah menyenangkan. Yang paling menyenangkan dari boneka kaus kaki terutama adalah dapat membuat masing-masing boneka menjadi unik sehingga masing-masing memiliki karakter khusus. Dan tak harus selalu bentuk manusia – hewan dan alien juga bisa.

Narasumber lainnya adalah Yudha Adhadian , pakar IT Kota Malang mengisi materi tentang digital marketing. Menurut Yudha, digital marketing adalah segala upaya untuk melakukan pemasaran suatu produk dan jasa melalui media internet.

“Pemasaran dalam internet marketing bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tapi juga termasuk promosi produk dan jasa baru, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan”, jelas Yudha. ***(RKM)