DISPORA GELAR PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI PEMUDA

Seni rupa merupakan bidang seni yang memiliki banyak cabang. Cabang tersebut antara lain adalah seni lukis, seni patung, seni grafis, seni reklame, seni dekorasi, dan seni kriya. Sebagai bagian dari seni terapan, seni kriya lebih mudah untuk diapresiasi semua kalangan masyarakat. Sebab seni kriya adalah seni yang paling sering dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Pada perkembangannya, seni kriya cukup banyak diminati oleh masyarakat. Selain digunakan terkait dengan fungsi terap juga dapat dinikmati dari segi estetisnya, meskipun kepopulerannya masih jauh dibandingkan dengan karya lukis ataupun patung. Hal ini membuat para kriyawan mulai banyak bermunculan dengan hasil karya yang unik dan beragam.

Terkait dengan seni kriya, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang menggelar Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda (Pelatihan aneka Kriya) di Hotel Grand Palace, Selasa, (23/7/2019). Sebanyak 100 pemuda-pemudi Kota Malang dari berbagai latar belakang pendidikan mengikuti pelatihan ini. Pelatihan yang rencananya digelar selama 3 hari dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH. M.Si didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Widayati, S.Sos. MM. dan Kepala Bidang Pemberdayaan Olahraga, Eko  Sri Yuliadi, S.Sos. MM.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pemberdayaan Pemuda, Widayati kepada Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Olahraga, mengatakan maksud dilaksanakannya  Pelatihan Keterampilan Bagi Pemuda (Pelatihan aneka Kriya) memberikan teori dasar tentang kewirausahaan dan skill tentang aneka kriya kepada pemuda Kota Malang yang berusia antara 16 tahun hingga usia 30 tahun, Tujuannya agar peserta bisa memiliki wawasan tentang wirausaha dan punya skill di bidang kriya, sehingga nantinya bisa membuka lapangan kerja sendiri.

” Dengan pelatihan kriya ini, peserta memiliki cara berwirausaha sendiri bahkan bisa menyerap tenaga kerja, dengan harapan menjadi usahawan yang profesional sehingga pada akhirnya akan mengurangi pengangguran di Kota Malang”, ungkap Widayati.

Sementara itu, narasumber praktisi bidang kriya, Sri Kurnia Maheruni, memberikan materi tentang bagaimana membuat boneka dari kaos kaki, dengan tema Crafti Preneur Bukanlah Entrepeneur Biasa.  Membuat boneka, disiapkan dulu bahan dan peralatan yang dibutuhkan diantaranya aadalah kaos kaki, benang, dakron, kain putih dan mata boneka. Lalu, peralatan yang lain adalah gunting, pinset, jarum, dan pensil atau pulpen.

Menurut Nia, panggilan akrab Sri Kurnia Maheruni, membuat boneka tangan atau boneka wayang dari kaus kaki sangatlah menyenangkan. Yang paling menyenangkan dari boneka kaus kaki terutama adalah dapat membuat masing-masing boneka menjadi unik sehingga masing-masing memiliki karakter khusus. Dan tak harus selalu bentuk manusia – hewan dan alien juga bisa.

Narasumber lainnya adalah Yudha Adhadian , pakar IT Kota Malang mengisi materi tentang digital marketing. Menurut Yudha, digital marketing adalah segala upaya untuk melakukan pemasaran suatu produk dan jasa melalui media internet.

“Pemasaran dalam internet marketing bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tapi juga termasuk promosi produk dan jasa baru, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan”, jelas Yudha. ***(RKM)